Malam Keakraban Teknologi Industri Pertanian Angkatan 2015

Assalamualaikum Wr. Wb

Salam kreaTIP.

Kegiatan Malam Keakraban Teknologi Industri Pertanian merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh HIMATEKIN. Tujuan kegiatan ini, untuk lebih mempererat kekompakkan Keluarga Besar Teknologi Industri Pertanian khususnya antar dosen, alumni serta mahasiswa/i Teknologi Industri Pertanian. Malam Keakraban Teknologi Industri Pertanian Angkatan 2015 kali ini dilaksanakan pada tanggal 23 April 2016 kemarin. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa.  Diisi dengan Talkshow “30 Menit Lebih Dekat bersama Dosen-Dosen TIP”, pentas seni dari Angkatan 2015, hiburan dari Angkatan 2013 dan 2014, games seru dengan doorprize menarik, pembagian sertifikat CIKHA dan hadiah perlombaan ATC, pembagian hadiah bagi Tamu dengan Kategori Kostum Terbaik, sharing bersama Alumni untuk mengenal prospek kerja Teknologi Industri Pertanian lebih lanjut dan diakhiri dengan Penyampaian Harapan-Harapan TIP kedepannya serta Penerbangan Lampion.

Berikut dokumentasi kegiatan MAKRAB TIP ANGKATAN 2015 :

Malam Keakraban Teknologi Industri Pertanian 2014

Salam kreaTIP.

Kegiatan Malam Keakraban Teknologi Industri Pertanian tahun 2014 dilaksanakan di akir tahun pada bulan November 2014 kemarin. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa. Malam Keakraban yang dilaksanakan setiap tahun ini memiliki tujuan untuk lebih mempererat kekompakkan TIP khususnya antar angkatan yang telah datang anggota baru yakni teman-teman TIP 2014. Diisi dengan perkenalan, pentas seni dan performance dri temen-temen lain, games yang menarik dengan banyak hadiah, pembagian sertifikat Cikha, perenungan dan sharing antar angkatan untuk mengenal Teknologi Industri Pertanian lebih lanjut.

Langsung aja kita liat barang buktinya, cekidot guys.

IMG_0083 IMG_0087

IMG_0102 IMG_0129 IMG_0142 IMG_0160 IMG_0166 IMG_0171 IMG_0237 IMG_0268 IMG_0549 IMG_0591 IMG_0613 IMG_0623 IMG_0648 IMG_0692

Credit (lagi) buat teman-teman TIP 2013 sebagai panitia yang telah melaksanakan acara hingga akhir, semoga acara ini bermanfaat dan lebih kompak lagi di acara lainnya. Viva TIP…!

CIKHA (CInta KasiH Adikku) 2014 #CIKHA2014

Halooo, Apa kabar kreaTIP, Acara CIKHA ini adalah program kerja dari Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa yang kepanitiaannya dilaksanakan olen TIP 2013 dibawah pimpinan Sugiarto selaku ketua panitia #CIKHA2014. Acara CIKHA merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan Himatekin, tujuannya yaitu agar terjalinnya tali persaudaraan antar mahasiswa dan kepeduliannya terutama bagi mahasiswa baru Teknologi Industri Pertanian.

Cinta Kasih Adikku (CIKHA) ini terbagi atas tiga sesi yakni Cikha Ruangan, Cikha Kunjungan, Cikha Lapangan.

Langsung Cekidot ke Barang Buktinya Ya..

Yang pertama ini ialah Cikha Ruangan, disini teman-teman mahasiswa baru mendapat informasi seluk-beluk mengenai Teknologi Industri Pertanian, mulai dari pengenalan program studi, pengenalan program kreativitas mahasiswa, pengenalan himpunan dengan kegiatan-kegiatannya, pengenalan forum agroindustri indonesia serta pengenalan ikatan alumni Teknologi Industri Pertanian🙂. Selain diatas, yang tidak kalah penting di acara Cikha Ruangan ini ialah materi mengenai Surat-menyurat, Sidang dan Organisasi. Pokoknya seharian ini di ruangan dapat ilmu yang bermanfaat😀

DSCF1554DSCF1532

Kedua yakni Cikha Kunjungan, Untuk lebih mengetahui apa sih yang akan dipelajari selanjutnya di program studi tercinta ini, maka diadakan kunjungan industri tahu, Industri Tahu Bapak Slamet ini dirasa cukup lengkap untuk pembelajaran mengenai agroindustri, proses yang cukup tertata serta pemanfaatan keluaran limbah yang sangat baik, yakni diolah menjadi biogas. Teman-teman mahasiswa baru ini cukup antusias dalam mengikuti dan mencari ilmu di industri ini.

DSCF1590 DSCF1592 DSCF1594 DSCF1620

Nah ini, acara puncak dari seluruh rangkaian Cinta Kasih Adikku, Cikha Lapangan. Lokasi kegiatan ini berada di Kebun Fakultas Pertanian, Sungai Riam, Pelaihari. Dalam kegiatan ini, teman-teman mahasiswa baru diberi outbound yang melatih kekompakkan untuk pengembangan softskill mahasiswa. Pokoknya dalam seluruh rangkaian kegiatan ini mereka (baca : teman-teman mahasiswa baru) diberi pemahaman dan kebanggan menjadi Keluarga Besar Prodi Teknologi Industri Pertanian. Viva TIP….

DSCF1991 DSCF2076 DSCF2216 DSCF2221

Nah, sekian field report kegiatan Cinta Kasih Adikku 2014, Credits (Baca : Terimakasih) banyak kepada teman-teman panitia yang telah berjuang menyelenggarakan acara ini. Semangat untuk Cikha selanjutnya, sampai ketemu di cikha selanjutnya. Inget temanya ya, Kreatif, Inovatif, Kompetitif dan Solid.

Agroindustrial Visits to PT.Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. – Bati-Bati, Tanah Laut

plate-114656_640Selasa, 09 Desember 2014 kembali dilaksanakan “Agroindustrial Visits” oleh Depertemen Hubungan Masyarakat oleh Purnomo (TIP 2011) selaku ketua rombongan yang berangkat menuju PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. yang berada di Bati-bati kabupaten Tanah Laut dengan rombongan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian Unlam angkatan 2011 dan 2013. Disana kami diperlihatkan bagaimana cara pembuatan noodle (mie) karena pabrik ini memang dikhususkan untuk membuat mie dan pengemasan. Proses pembuatan mie dilakukan dengan mencampur adonan dari tepung, telur dan bahan-bahan lainnya kemudian dilakukan pencetakan menjadi lapisan-lapisan yang tipis, kemudian mie nya dipotong dan dilakukan pengeritingan serta pelipatan (khusus untuk mie instant), kemudian digoreng mengunakan minyak untuk menurunkan kadar airnya. Pentingnya dilakukan pengorengan karena dapat menurunkan kadar air, inilah yang membuat mie instan menjadi lebih awet atau tahan lama, karena kadar airnya rendah sehingga dapat mencegah tumbuhnya mikroorganisme. Setelah dilakukan pengorengan kemudian dilakukan pengemasan, sebelum dikemas mie ditambahkan bumbu yang telah terbungkus kemudian dikemas menggunakan kemasan primer (plastik) yang selanjutnya dikemas menggunakan kemasan sekunder (dos).

page sesi tanya jawab

Selain itu kita mencicipi mie gratis juga loo, Mie Goreng Rasa Dendeng Balado yang rasanya pedass banar kata orang banjar, sambil menikmati mie kita juga disuguhi dengan tayangan dari sejarah-sejarah dan produk-produk indofood,, terus pulangnya kita dikasih oleh-oleh mie instant,,hehe,,, Tapi sebelum pulang masih ada acara lagi yaitu foto-foto bersama dan peserta rombongan belanja memborong😄 produk indofood yang harganya lumayan miring daripada yang sudah dipasaran,, hhahaha,,

page makan mie page pulang pageMungkin itu sedikit cerita dan pengalaman dari kami, sampai berjumpa lagi di Agroindustrial Visits berikutnya TIP’ers🙂

Rumah Perubahan

Rumah Perubahan Rhenald Kasali

1415583620X310

Sumber; kompas.com

Rumah Perubahan, kiranya itulah rangkuman jawaban dari semua ketenangan yang dirasakan oleh Rhenald Kasali (51). Bapak dua putra penulis buku Change! ini menuturkan, Rumah Perubahan merupakan wujud permenungannya menjadi seorang dosen yang benar.

“Dosen yang benar itu beda dengan guru biasa. Seorang dosen harus melakukan tiga hal, yakni pendidikan, penelitian dan publikasi, serta pengabdian masyarakat,” kata pria kelahiran Jakarta, 13 Agustus 1960, ini.

Mengacu pada poin ketiga, pengabdian masyarakat, lanjut Rhenald, ia lalu bertanya pada dirinya sendiri. Yaitu, tentang apa yang bisa dilakukan seorang dosen ilmu ekonomi untuk pengabdian masyarakat.

Menurutnya, kebanyakan dosen fakultas ekonomi hanya pintar mengajar dan menguji mahasiswanya. Dengan bekal semangat kewirausahaan yang selalu didengungkannya, lulusan University of Illinois ini mendirikan Rumah Perubahan.

“Awalnya hanya rumah baca di depan rumah untuk anak-anak kampung, lalu didirikan pula posyandu dan PAUD (Pendidikan Anak usia Dini),” katanya.

Selain masalah pendidikan, rupanya di daerah tempat ia tinggal kini masih banyak bermasalah dengan urusan sampah. Banyak warga membuang sampah ke tanah kosong, yang akhirnya menjadi penyebab buruknya kesehatan anak-anak. Lantas, ia bekerjasama dengan sebuah usaha kegiatan masyarakat untuk mendaur ulang sampah. Sayangnya, setelah kerjasama ini maju, warga malah diminta membayar uang kebersihan Rp 50.000.

“Warga enggak punya uang untuk bayar. Maka, dimulailah gerakan perubahan itu,” kisah Rhenald.

Rhenald mereklamasi tanah bekas rawa seluas 4 hektare. Tanah itu lalu ia fungsikan sebagai tempat pengolahan sampah. Pendidikan tentang mengelola sampah pun dia ajarkan kepada warga, diikuti dengan kegiatan berkebun dan beternak.

Rhenald bahkan mengajarkan cara memelihara hewan ternak sapi, yang dapat dimanfaatkan biogasnya. Beberapa warga juga diberi tanaman sayur seperti wortel, sawi, oyong, terong, bayam dan lainnya untuk ditanam dan diolah. Hasilnya, warga menjadi pemasok sayuran bagi tukang-tukang sayur.

“Social entrepreneur”

Untuk semua kebutuhan dan kegiatan itu, Rheinald punya 2 orang tenaga di rumah baca, 2 karyawan, 8 guru, dan 2 karyawan untuk mengurus yayasan. Lalu, darimana anggarannya?

Penyuka gajah ini menuturkan, semua dana bisa didapatkan dari social entrepreneur. Singkatnya, semua kegiatan dilakukan menggunakan keuntungan bisnis bagi kegiatan sosial kemasyarakatan.

Ia menuturkan, pada 2007 dirinya mulai merintis Rumah Perubahan. Gerakan ini tengah mengemuka pula di Amerika Serikat. Namun, ia tidak mengklaim dirinya sebagai pioner dalam social entrepreneur.

“Karena sebelum saya, sudah banyak yang melakukan kegiatan seperti ini. Dari masyarakat untuk masyarakat, yaitu ketika pemerintah tidak lagi mampu melakukannya,” ujarnya.

Dibangun secara bertahap, Rumah Perubahan yang terletak di Jalan Raya Hankam, Jatimurni, Bekasi, ini memiliki sekolah atau training dan tempat konseling yang dilengkapi area outbond activity. Di sini dikembangkan pula hutan mini dengan koleksi 2.000-an tanaman langka, seperti bunga bangkai, rambutan binjai, matoa, jamblang, zaitun, rengas, kemang, bintaro, rukem, asem jawa, mandalika, marcopolo, dan lainnya.

“Semua yang ada di sini pada dasarnya untuk pemberdayaan masyarakat. Para karyawan di sini juga dari warga sekitar,” katanya.

Dekat dengan alam

Rhenald mengakui, konsep pembangunan Rumah Perubahan diorganisir langsung oleh dia sendiri. Fokusnya pada konsep pendidikan dan mendekat pada alam. Konsep pendidikan ia tuangkan lewat training, rumah baca, PAUD, dan Taman Kanak-Kanak. Sementara konsep alam terlihat nyata pada area Rumah Perubahan yang didominasi oleh pepohonan dan kolam ikan.

“Saya dan istri menyenangi konsep alamiah. Kami memikirkan area dengan banyak resapan air dan ramah terhadap lingkungan,” kata pria yang pernah menjadi wartawan ini.

Untuk bangunan rumah yang diberi nama sesuai semua judul buku Rhenald itu, ia memakai dinding dari hebel bekas, yang ditutup dengan bata merah sebagai ekspose. Hebel dipilih karena menurutnya sifatnya dingin, sehingga dapat mengurangi penggunaan penyejuk udara pada ruangan.

Kaca juga banyak digunakan di sini. Fungsinya untuk menangkap cahaya matahari sehingga mengurangi penggunaan listrik pada siang hari. Sementara di salah satu bangunan utama ruang kerjanya, terlihat dinding bangunannya memakai batu marmo yang dapat berpendar sehingga ruangan menjadi lebih terang.

Bangunan di rumah ini juga banyak menggunakan material kayu dan bata. Rupanya, hal ini tak lepas dari pengalaman Rhenald yang pernah bersekolah di negeri Paman Sam. Di sana, semua kampus menggunakan bata ekspose sebagai simbol pendidikan. Sementara pemakaian kayu berkesan country, lebih awet, dan desainnya tidak basi.

Selain ditanami banyak pohon, Rhenald melarang membuang daun-daun yang jatuh. Alasannya, daun tersebut dapat diolah menjadi pupuk kompos.

Di sini, Rhenald banyak memberi ruang untuk resapan air serta penampungannya seperti sungai, empang, dan kolam. Kolam ikan dengan saung di atasnya dibuat dengan konstruksi cakar ayam sehingga kuat. Agar meresap air, pada bagian bawahnya di biarkan tetap berupa tanah. Sebelum masuk kolam, air juga sudah disaring lewat tanaman enceng gondok sehingga ikan-ikan tidak terpapar limbah beracun.

“Konsepnya alami saja semuanya,” ujarnya.

“Sekarang saya nggak punya stres. Pikiran tenang, tidur pun lebih banyak senyumnya. Karena dekat dari rumah, saya jalan kalau mau kemari. Di jalan, saya dan istri dipanggil sama anak-anak kampung ‘pak guru’. Hidup saya nyaman, banyak teman,” tutup Rhenald sambil menebarkan senyum.

Copy of IMG00483-20120906-1219

Semoga Rumah Perubahan ini menjadi inspirasi kita dan ke depan  kita juga dapat membangun Rumah Perubahan kita, tentunya di daerah  lingkungan kita, Salam Perubahan”  (Fuad Anshari)