JERUK LOKAL LEBIH SEGAR DARI PADA JERUK IMPOR

Provinsi Kalimantan Selatan yang terkenal dengan Jeruk Siam Banjar, merupakan salah satu Provinsi yang mempunyai Sentra Produksi jeruk Nasional, dan pernah menjadi juara tingkat Nasional untuk tahun 2006 dan 2010.

Jeruk Siam Banjar sebagai komoditi unggulan di Kalimantan Selatan telah dikukuhkan melalui SK. Menteri Pertanian Nomor: 862/Kpts/TP.240/II/1998 tanggal 4 November 1998 sebagai buah unggulan nasional.

Apakah Jeruk kita kalah bersaing dengan jeruk impor  ?

Untuk di daerah, banyak nya jeruk impor di pasaran tidak begitu berpengaruh kerena sifatnya hanya musiman/sementara saja, paling lama 3 bulan jeruk impor itu sudah hilang dipasaran dan kalah bersaing dengan jeruk lokal yang rasanya sudah familiar.

Masyarakat kita sering latah, bila ada produk dari luar langsung ingin beli  !

Pola konsumsi konsumen terhadap produk buah jeruk segar bisa beragam, seperti konsumen di kota Banjarmasin yang lebih menyenangi buah yang berukuran kecil dari kelas buah D, dibandingkan yang berasal dari kelas A atau B. Buah jeruk Siam Banjar yang berukuran kecil ternyata mempunyai rasa yang lebih manis, jumlah biji cenderung sedikit dan bagian yang bisa dimakan lebih banyak. Kebiasaan ini bisa jadi menguntungkan petani jeruk yang memang malas melakukan penjarangan buah, sekaligus perlu mendapat perhatian dalam menyusun panduan teknologi anjuran untuk menghasilkan buah dengan mutu sesuai dengan permintaan pasar.

Secara Nasional Jeruk Kita Bagaimana….?

Bukan persoalan jumlah produksi jeruk nasional yang rendah sehingga peredaran jeruk impor bertaburan di tanah air, tetapi karena ketersediaan jeruk bermutu yang sedikit dari sentra yang terpencar dengan skala kecil mengakibatkan jeruk nasional kalah dalam persaingan.

“Kualitas jeruk kita lebih baik, lebih segar, lebih manis, namun jumlahnya masih sedikit. Masih sulit untuk mencari jeruk lokal di pasaran. Jadi dalam persaingan pasar sekarang ini tidak seimbang, ibaratnya satu lawan sejuta, walau yang satu dari kita itu bagus, pasti akan kalah karena jumlahnya yang sedikit dan sulit dicari”, ujarnya menambahkan.

Seharusnya masyarakat lebih memilih jeruk lokal daripada impor, pasalnya jeruk lokal ini sudah pasti lebih segar dibandingkan dengan jeruk impor yang telah dipanen beberapa bulan lalu di negara asalnya.

Jika dilihat dari segi kualitas, contohnya jeruk keprok dan jeruk siam, memiliki kualitas yang lebih baik, lebih segar, lebih manis dari jeruk impor. Seharusnya harga bukan menjadi masalah besar. masalahnya tidak hanya pada harga tapi minimnya pengetahuan masyarakat tentang kelebihan dari jeruk lokal dibandingkan jeruk impor.

“Masyarakat “kita masih memiliki kebanggaan tersendiri jika membeli produk yang memiliki label dari luar negeri walaupun harganya lebih mahal. Sehingga tak jarang jeruk lokal dikesampingkan,” ujarnya.

Salah satu untuk mempopulerkan jeruk lokal adalah dengan mengolahnya lebih lanjut menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan dikemas secara modern sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Salah satu produk olahan jeruk adalah sari buah jeruk.

Seharusnya pemerintah pusat dan daerah melakukan  Gerakan-gerakan yang dapat yang  menciptakan pengetahuan masyarakat sehingga terhadap buah lokal/kearifan lokal contah yang sangat sederhana dengan memasang spanduk/baliho dengan gambar buah lokal.

( http://distan.kalselprov.go.id/2010/11/jeruk-lokal-lebih-segar-dari-pada-jeruk-impor)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s