Kalimantan Akan Jadi Industri CPO Dunia

Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Timur (Kaltim) bakal menjadi daerah penghasil Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit terbesar didunia.

Kepala Dinas Perkebunan Kalsel, Haryono mengatakan, khususnya Kalsel, selama 2010 menargetkan produksi CPO sebanyak 600 ribu ton, naik 10 persen dibanding 2009 yang hanya mencapai 500 ribu ton. Menurut dia, pihaknya optmististarget tersebut tercapai karena kini permintaan CPO tingkat dunia sedang tinggi-tingginya.

Apalagi, kata dia,saat ini merupakan panen sawit, sehingga terjadi peningkatan produksi yang cukup signifikan. Sayangnya potensi tersebut belum didukung dengan industri oengelolaan yang cukup, sehingga sampai saat ini Kalimantan baru sebatas daerah pengekspor bahan baku minyak sawit bukan barang jadi, sehingga belum mampu memberikan nilai tambah yang besar bagi petani dan masyarakat. Dengan demikian, kata dia, kedepam pemerintah pusat dan daerah harus benar-benar memikirkan adanya investasi industri pengolahan, baik itu minyak goreng maupun industri lainnya. “Bila kita masih bertahan dengan ekspor bahan mentah, tidak akan banyak memberikan peningkatan kepada masyarakat,” katanya. Saat ini, kata dia, di Kalsel baru ada 18 perusahaan pengelolaan CPO sebagai bahan baku minyak goreng dan bahan biogas lainnya. Sedangkan untuk industri bahan jadi, seperti munyak goreng, baru ada dua perusahaan, itupun yang satu perusahaan sejak beberapa tahun lalu tidak bisa beroperasi, karen lahan perusahaan selua dua hektar masuk dalam kawasan hutan lindung. “Kita harap segera ada regulasi darim pemerintah pusat, agar kalsel menjadi prioritas pembangunan insdustri hilir sehingga bisa menampung tenaga kerja yang lebih besar,” katanya. Menurut Haryono,Kalimantan ini bukan hanya dikenal sebagai penghasil batubara, tetapi juga hasil perkebunan yaitu CPO dan karet. Tetapi faktanya, kata dia, industri besar berbahan baku karet seperti ban justru ada di India dan beberapa negara lainnya yang notabene tidak memiliki kebun karet. “Bahan baku industri besar dunia banyak disuplay dari Kalimantan, sedangkan di daerah sangat minim industri sekala besar yang berkembang,” katanya. Mendorong masuknya investasi tersebut, kata dia, pemerintah pusat harus mendorong perbaikan infrastruktur daerah, baik itu pelabuhan bandar udar, jalan dan jembatan dan lainnya, yang hingga kini masih menjadi faktor utama penghambat masuknya investasi di Kalsel. Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangangan Kalsel, ekspor CPO Kalsel ke berbagai negara dari tahun ke tahun naik tajam. Selama 2010 kenaikan hampir 120 persen dibanding 2009 periode sama. Ekspor CPO pada Januari hingga April 2009 sebanyak 87 ribu ton lebih dengan nilai ekspor 44 juta dolar AS dan 2010 periode sama menjadi 190.9 ribu ton atau naik 119,10 persen dengan nilai ekspor 123,7 juta dolar AS.

(Sumber : Barito POst edisi Selasa, 22 Juni 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s