12 METODE PEMBELAJARAN TIP

1. Ceramah/kuliah

Merupakan sebuah metode penyampaian materi dengan memberikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada mahasiswa. Metode ini umumnya dilakukan dominan pada kegiatan orientasi mahasiswa baru, sehingga kadang membuat mahasiswa baru menjadi mengantuk atau bosan dengan materi-materi yang disampaikan. Jadi,  kegiatan tidak hanya didominasi dengan ceramah, namun dilakukan dengan 11 metode lainnya untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

2. Praktek/praktikum

Merupakan metode belajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.  Kegiatan praktek ini dilakukan spesifik untuk memperkenalkan kepada mahasiswa baru mengenai kompetensi dan mata kuliah yang disajikan pada program studi, sehingga mahasiswa baru sudah mendapatkan gambaran mengenai mata kuliah yang akan mereka ambil pada saat perkuliahan.

3. Small Group Discussion

            Merupakan salah satu elemen pembelajaran secara aktif yang dilakukan oleh mahasiswa yang dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 5-10 orang untuk mendiskusikan sebuah materi pembelajaran. Materi diskusi yang disajikan spesifik mengenai permasalahan umum dalam bidang keilmuan program studi. Adapun kemampuan yang bisa diperoleh peserta dengan menggunakan metode ini adalah kemampuan komunikasi, leadership, kerjasama, saling menghargai serta sintesa hasil.

4. Role Play and Simulation

Merupakan model pembelajaran yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan antarmanusia (interpersonal relationship). Dengan melakukan metode ini, kemampuan yang bisa diperoleh peserta adalah apresiasi, analogi/imajinasi, sintesa hasil, empati, kreativitas, pengalaman dan terampil.

5. Case Study/Presentation

Metode ini memusatkan diri secara intensif pada satu obyek tertentu yang mempelajari suatu kasus. Pada metode ini peserta diberikan suatu kasus yang berkaitan dengan bidang ilmu di program studi, kemudian peserta diminta untuk mempresentasikan hasil dari sintesanya mengenai pemecahan kasus yang diberikan.

6. Discovery Learning

Merupakan metode pembelajaran berorientasi pada proses dan membimbing diri sendiri. Dengan kata lain, metode pembelajaran ini merupakan sebuah proses studi individual di mana seseorang dihadapkan pada suatu permasalahan dan dibiarkan menemukan sendiri cara memecahkannya. Kemampuan yang diperoleh peserta dengan metode ini adalah apresiasi, kreatif, inovasi, analitis, dan inisiatif.

7. Self Directed Learning

Merupakan kegiatan yang dilakukan atas inisiatif individu sendiri, termasuk perencanaan, pelaksanaan dan pengalaman belajar yang telah dijalani. Panitia bertindak sebagai fasilitator dengan memberi arahan, bimbingan dan konfirmasi terhadap kemajuan yang diperoleh oleh peserta. Dengan metode ini kemampuan yang diperoleh peserta adalah adanya apresiasi, analogi/imajinasi, empati, kreativitas, pengalaman dan terampil.

8. Project Based Learning

Merupakan proses belajar yang sistematis, yang melibatkan peserta dalam mempelajari ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui proses pencarian/penggalian inguiry yang panjang dan terstruktur. Kemampuan yang bisa didapatkan oleh peserta adalah tanggung jawab, inovasi, kreatif, komunikasi dan aktualisasi.

9. Cooperative Learning

Merupakan diskusi kelompok yang dirancang oleh panitia untuk memecahkan suatu masalah/kasus/mengerjakan suatu tugas. Kelompok ini terdiri dari beberapa orang peserta yang mempunyai kemampuan akademik yang beragam. Peserta bukan hanya belajar dan menerima apa yang disajikan oleh fasilitator, melainkan bisa juga belajar dari peserta lainnya dan sekaligus mempunyai untuk membelajarkan peserta lain.

10. Collaborative Learning

Merupakan metode di mana individu berpikir secara mandiri membuat makna pribadi, kemudian menguji hasil pemikirannya dalam dialog dengan yang lain untuk membangun pengertian yang dapat didiskusikan. Dalam metode ini lebih ditekankan adanya kerjasama, partisipasi anggota kelompok, tukar-menukar pendapat, tanya jawab, berbagi pengalaman, bekerjasama dalam suatu tugas, memupuk rasa empati mahasiswa, sehingga pengalaman dan pengetahuan mahasiswa meningkat karena berbagai perbedaan dan keunikan mereka yang dapat menjadi stimuli bagi peserta lain untuk berkarya, berfantasi, berkreasi dan berimajinasi untuk mendapatkan sesuatu yang lain, baru dan unik bagi dirinya.

11. Contextual Instruction

Merupakan metode pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan nyata, sehingga peserta mampu menghubungkan dan menerapkan kempotensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari.

12. Problem Based Learning

Merupakan suatu metode pembelajaran yang melibatkan mahasiswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga mahasiswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut sekaligus memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s